Pages

Jumat, 20 Januari 2017

Baiti Jannati


Hartanya paling berharga adalah keluarga, memang betul...apapun yang kita lakukan saat ini adalah untuk keluarga. Dan demi kebahagiaan keluarga kita harus me manage semua hal.
keluarga adalah pelajaran pertama bagi anak kita. Di mulai dari keluarga kita membina hal yang kecil hingga besar sekalipun....

Hanya dengan cara didikan keluarga, kita bisa merubah karakter anak kita dengan baik atau sebaliknya, hanya dengan sikap kita sebagai Ibu dan Ayah, maka anak kita akan meniru kita. Rumahku adalah keluargaku, dan rumahku adalah surgaku. Jadikanlah rumah kita, keluarga kita sebagai surga kita.....

Keluarga pula lah yang pertama mendengar berita kebahagiaan dan kesedihan kita, jagalah keharmonisan keluarga sekecil apapun itu. Dan dari anggota keluarga kita belajar satu sama lain.
Selintas Do’aku....



Bimbinglah Kami ya Allah untuk senantiasa menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohah atas Ridho Mu, dan jadikan apa yang kami lalukan sebagai Ibadah.  

Pelajaran berharga Semut dan Madu


Setetes madu terjatuh di lantai, itu membuat seekor semut ingin sekali mencicipinya. Dicicipilah madu tersebut sedikit, dan rasanya maniiss sekali. Semut pun mau mengajak teman-teman nya mencicipi tapi rasa penasaran akan rasa manis madu membuat semut itu kembali pada tetesan madu itu...dicicipi kembali madu tersebut...emm rasanya semakin manis. Dan membuat semut itu ketagihan dengan manisnya madu itu. Saking ketagihannya semut itu terus dan terus menyicipi dan akhirnya dia tenggelam ke dalam tetesan madu itu.

Pelajaran semut ini sangat berharga.

Madu diibaratkan sebagai Dunia, dan kita adalah semut. Kita selalu ingin menikmati dunia, bekerja tiada henti, mencari uang tiada henti, demi kebahagiaan di dunia dan manisnya nikmat dunia. Jika kita terus memikirkan dunia dan mencari manisnya dunia....kita akan terlena dengan dunia itu sendiri dan bisa-bisa kita tenggelam di dalamnya seperti semut yang tenggelam dalam manisnya madu.  Padahal kita tahu bahwa dibalik kesuksesan kita Allah lah yang mengatur, dan kita lupa tujuan kita berada di dunia adalah untuk mengabdi kepada Allah dengan beribadah kepada Allah, dan kita lupa juga kita akan meninggalkan Dunia ini.

Bekerjakeraslah tapi ingat dengan ibadah, belajarlah tapi ingat dengan ibadah dan jadikan kerja keras kita sebagai ibadah, agar kita suatu saat tidak terlena dengan manisnya kebahagiaan di dunia. mungkin itu pelajaran berharga dari seekor semut dan setetes madu tersebut. 
Kejarlah akhirat maka dunia akan mengikuti. 

Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki di dunia kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagia pun di dunia.” (QS. Asy-Syura: 20)

Hal itu menjadi pelajaran buat kita semua, terutama saya dan keluarga, bahwa segala sesuatu itu haruslah seimbang #duniakhirat, semoga kita semua menjadi orang yang selalu terjaga keimanannya, dan bahagia dunia akhirat. Amiinnn


#samasamabelajarlebihbaikyu..